Ambisi politik umumnya menyasar ke capaian yang tertinggi. Pada Pemilu 2009, capaian tertinggi itu adalah kursi di DPR. Tapi, Partai Kedaulatan punya pikiran lain. Mereka mengaku kursi DPR hanyalah target sampingan. ”Target kami merebut kursi di DPRD, 20 persen kursi di DPRD seluruh Indonesia,” kata Ketua DPP Partai Kedaulatan, Restianrick.

Partai Kedaulatan ingin memulai perubahan dari bawah. Dari tingkat provinsi atau kabupaten kota. Kontribusi mereka langsung di tingkat teknis atau penyusunan peraturan daerah. Sebab lainnya, daerah sudah terbukti bisa berbuat lebih banyak ketimbang pusat.

Partai Kedaulatan berkaca dari keberhasilan sejumlah pemimpin daerah mengubah daerahnya menjadi kabupaten yang ramah bagi bisnis maupun menerapkan kepemimpinan yang diakui masyarakat. ”Pemimpin masa depan itu lahir dari daerah, lahir dari daerah tingkat II,” kata Restianrick.

Untuk di pusat, Partai Kedaulatan hanya menargetkan lolos jeratan 2,5 persen electoral threshold. Secara total, parpol yang berdiri sejak 2 Oktober 2006 ini menyiapkan 300 caleg untuk bertarung di 77 daerah pemilihan.

Tidak menggaet artis? Mereka mengaku sempat didatangi pedangdut seronok, Dewi Persik. ”Dia datang ke kantor perwakilan Jawa Barat, tapi kami tolak. Figurnya kontroversial dan riskan,” katanya.

Menyoal pemilih, partai ini tidak ingin terkotak-kotakkan. Bila parpol lain menyasar ke petani, buruh, nelayan, kaum muda, Partai Kedaulatan ingin menjadi wadah semua golongan itu. ”Yang kanan atau yang kiri silakan masuk ke kami,” undangnya.

Sejumlah program pun dijanjikan. Selain program ekonomi, program pengaturan aparat pemerintah pun dilansir. Partai ini mengusulkan pembentukan pusat pengaduan perilaku seluruh aparat pemerintah.

Sementara untuk politik luar negeri, partai ini prihatin dengan posisi Indonesia di kancah negara-negara. Mereka ingin Indonesia kembali bertaring di tingkat internasional. Indonesia harus ambil sikap tegas, kerja sama internasional harus saling menguntungkan seraya menolak perlakuan dominasi maupun eksploitasi dari kerja sama itu. *evy

Sumber: http://republika.co.id